Perangi Berita Hoax, Twitter Sediakan Fitur Pencarian Aman

Posted on Updated on

Twitter melahirkan usaha untuk menghimpit peredaran content serta info hoax lewat servicenya dengan bikin satu pergantian yang dinilai lebih pro aktif. Dalam situs (blog) vendor, Twitter meyakinkan bakal ada tiga pergantian untuk menyaring peredaran content palsu serta hoax. Selama ini ketiga feature itu bisa dipakai untuk service versus desktop. Feature baru yang diberi nama Safe Search diklaim dapat menolong pemakai menyaring peredaran content palsu serta hoax. Nanti feature ini bakal automatis dinyalakan dari menu pencarian Twitter. Tetapi demikian, pemakai tetaplah dapat mematikannya bila tak sudi.

Twitter Sediakan Fitur Pencarian Aman

Sesuai sama namanya, feature ini bakal menyingkirkan content peka dan kicauan dari account diblokir dari hasil pencarian. Nanti, content peka itu mungkin diketemukan bila pemakai berniat mencarinya. Tidak cuma itu, perusahaan yang dinakhodai Jack Dorsey ini dapat meyakinkan bakal turunkan tweet yang punya potensi berbuat tidak etis, merendahkan, sampai bernada ancaman. Waktu pemakai menginginkan lihat pembicaraan berbalas dari satu tweet, nanti content yang bernada peka atau tak terkait dengan tema bakal automatis hilang.

Walau demikian, beberapa tanggapan itu tetaplah dapat dibuka pemakai bila memanglah berniat mencarinya. Tidak sama dengan Facebook, Twitter meyakinkan cuma sembunyikan bebrapa content itu, bukanlah menghapusnya dengan cara permanen. Langkah lain yang ditempuh Twitter dengan juga mengidentifikasi pemakai yang ditangguhkan sesaat sampai hentikan mereka untuk bikin account baru. Untuk sistem ‘penyaringan’ yang satu ini Twitter bakal lihat pada tingkah laku yang punya potensi mengganggu seperti berbuat tidak etis pemakai lain.

Juru bicara Twitter menyampaikan pihaknya memakai algoritma spesial untuk mengidentifikasi, menganalisa, serta menandai tweet yang bernada berbuat tidak etis. Selama ini pihak Twitter masihlah fokus pada pemberatntasan hoax berdasar pada laporan pemakai. Service berlogo burung biru ini meyakinkan pengembangan yang disiapkan bukanlah bermamksud untuk membatasi kebebasan pemakainya dalam berekespresi, namun cuma memberi batasan tanggung jawab tiap-tiap content yang di-tweet. Fitur-fitur penyaring content peka di pastikan dapat selekasnya dirasa oleh pemakai dalam sebagian minggu yang akan datang.

Advertisements